Senin, 19 Januari 2009

Sijori Mandiri

Presiden Boyong 8 Menteri
Senin, 19 Januari 2009

BATAM-Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang dijadwalkan melaunching kawasan perdagangan bebas/Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK), Senin (19/12) siang ini di kawasan Coastarina, Batam setidaknya juga akan memboyong delapan menteri, Kapolri dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Baca selengkapnya...

Batam Today

Kewenangan OB Keluarkan Ijin Impor Daging Dicabut Deptan
Senin, 19-01-2009 19:01:55

BATAM - Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan, Peternakan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam Sri Yunelli mengatakan, perijinan pemasukan daging ke Batam kini langsung ditangani oleh Departemen Pertanian. Hal ini ditempuh setelah adanya SK Menteri Pertanian no 60 Tahun 2008 mengantikan SK Mentan No 229 Tahun 1988 tentang pelimpahan kewenangan kepada OB pemberian perijinan impor daging.

Baca selengkapnya...

Batam Pos

FTZ BBK Jangan Setengah Hati
Senin, 19 Januari 2009

BINTAN (BP)— Anggota DPRD Kepri Yudi Carsana menilai pemerintah pusat bersikap setengah hati menerapkan Free Trade Zone (FTZ) di Kepri. Bukti dari sikap setengah hati tadi, yaitu tidak dianggarkannya dana untuk mendukung FTZ di APBN, melainkan dibebankan ke APBD di Kepri.” Kalau mengharap APBD, pemerintah di Kepri saja sekarang tengah membangun pusat ibukota, seharusnya pemerintah pusat memberikan dukungan dana,” ujar Yudi, Ahad (18/1).

Baca selengkapnya...


Batam Zyber Zone

Hari Ini, Presiden Kukuhkan FTZ
Senin, 19 Januari 2009

Batam (BCZ) Kegelisahan sejumlah pengusaha terhadap masa depan penerapan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun, bakal terjawab. Hari ini (19/1) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan mengukuhkan FTZ di Coastarina. ”Presiden ke Batam dalam rangka launching kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Batam, Bintan, dan Karimun.

Baca selengkapnya...

Batam Today

PLN Batam Dianggap Tidak Intensif Dukung Program FTZ Batam
Senin, 19-01-2009 09:33:12

BATAM- Pelayanan PT Pelina (PLN) Batam dinilai tidak sepenuhnya mendukung pengembangan investasi di Batam yang sedang digalakkan melalui pelaksanaan FTZ. Polemik yang terus terjadi dalam pelayanan PT Pelina Batam melalui kenaikan tarif yang tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan, merupakan bukti tidak intensifnya dukungan PLN Batam dalam program pengembangan investasi di Batam.

Baca selengkapnya...

Antara News

PRESIDEN ANCAM TINDAK TEGAS PENGHALANG FTZ

Batam, 19/1 (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengancam akan memberi tindakan tegas terhadap birokrat atau pihak-pihak tertentu yang menghambat pelaksanaan kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun.

"Saya akan beri tindakan terhadap penghalang atau oknum-oknum yang mengganggu pelaksanaan FTZ," kata Presiden ketika meresmikan pelaksanaan FTZ di Batam, Senin.

Pernyataan Presiden tersebut disambut senyuman dan tepuk tangan oleh pengusaha yang menghadiri peresmian FTZ tersebut, terutama saat Presiden menyatakan akan "membersihkan" oknum-oknum yang melakukan korupsi dan melakukan pungutan liar terhadap pengusaha. "Kalau izin bisa dipermudah, jangan dipersulit," katanya.

Presiden mengajak seluruh perangkat pelaksana FTZ perang terhadap praktek korupsi dan pungutan liar, karena akan menghambat pelaksanaan FTZ.

"Saya tidak main-main. Saya serius, sangat serius karena praktek korupsi membahayakan negara," katanya.

Presiden mengingatkan Dewan Kawasan dan Badan Pengusahaan Kawasan FTZ memberi pelayanan prima kepada pengusaha lokal maupun asing berdasarkan ketentuan yang berlaku.

"Kalau ada oknum-oknum yang memperlambat birokrasi perijinan usaha, silahkan laporkan kepada pihak yang bertangungjawab atau laporkan langsung kepada saya. Pasti saya tindak," tuturnya.

Presiden juga mempersilahkan media massa untuk mengangkat kasus pungutan liar dan korupsi sepanjang itu tidak melahirkan fitnah. "Silahkan angkat beritanya sepanjang itu tidak fitnah," ujarnya.

Presiden mengucapkan apresiasi kepada pengusaha lokal dan asing yang berkarya di Batam, Bintan dan Karimun.

"Investasi itu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kepri dan secara nasional," katanya.

Batam Today

Ismeth: FTZ Dongkrak Investasi Sebesar 11,3 Juta Dolar US Tahun 2009 Ini
Senin, 19-01-2009 09:41:10

BATAM- Gubernur Kepri Ismeth Abdullah memperkirakan pelaksanaan FTZ di Batam, Bintan dan Karimun diperkirakan akan mampu mendongkrak investasi di Provinsi Kepri. Di tahun 2009 Ismeth memprediksikan investasi di Kepri akan mampu meraih pendapatan mencapai 11,3 juta dolar US.

Baca selengkapnya...

Arsip Blog

Pengikut