| Rabu, 25 Pebruari 2009 | |
| BATAM (BP) - Kapoltabes Barelang resmi diganti. Acara serah terima jabatan (sertijab) dari pejabat lama Kombes Slamet Riyanto kepada pejabat baru, AKBP Leonidas Braksan digelar di Mapolda Kepri, Selasa (24/2). “Saya tinggal meneruskan kerja Pak Slamet. Banyak kasus kejahatan yang harus diberantas sesuai arahan Kapolri,” kata Leonidas usai serah sertijab dari Kombes Slamet Riyanto di Mapolda Kepri, Selasa (24/2). Baca selengkapnya... |
Rabu, 25 Februari 2009
Batam Pos
Premanisme, Pemilu, dan FTZ Jadi Prioritas
Sijori Mandiri
OB Jalin Kerjasama dengan ANRI
| Rabu, 25 Pebruari 2009 | |
Baca selengkapnya... |
Tribun Batam
| Dapat Cenderamata Replika Soekarno-Hatta Mini | | | |
Otorita Batam MOU dengan Arsip NasionalRabu, 25 Pebruari 2009
BATAM, TRIBUN- Ketua Otorita Batam Mustofa Widjaja menerima cenderamata langka berupa replika patung Soekarno-Hatta asli yang sedang membaca teks proklamasi dari Ketua Arsip Nasionalm Djoko Utomo. Patung tersebut berukuran kecil, dalam posisi berdiri persis dengan patung nasional di Jakarta. |
Batam Pos
Mustofa: Selamatkan Arsip Negara
| Rabu, 25 Pebruari 2009 | |
| Apa jadinya jika instansi sebesar Otorita Batam tak menyimpan naskah-naskah pentingnya dengan baik? Mungkin kiprahnya selama 37 tahun membangun pulau seluas 415 meter persegi ini sulit ditelusuri. Untuk menghindari hal tersebut, OB yang baru ganti nama menjadi Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam, membuat kesepakatan dengan Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Intinya, OB ingin dokumen-dokumen penting yang ada saat ini dan masa akan datang, tertata dan terkelola secara benar sesuai Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Kearsipan. Baca selengkapnya...
|
Tribun Batam
| Perbankan Resah Tunggu FTZ | | | |
| Rabu, 25 Pebruari 2009 | |
Penyaluran kredit jadi tergangguKetua Gafeksi: salah sejak awal
|
Langganan:
Komentar (Atom)




BATAM, TRIBUN - Belum adanya petunjuk pelaksana (juklak) FTZ yang membuat Batam belum bisa menikmati kemudahan sebagai daerah perdagangan dan pelabuhan bebas, juga meresahkan dan membuat ragu dunia perbankan, sehingga turut menghambat penyaluran kredit.
