
Harga Gas Turun Tarif PLN Turun
Batam, 22 Desember 2008
Sekretaris PT PLN Batam Wayan Jasmin mengatakan, PLN Batam bersedia menurunkan tarif listrik, asalkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) juga menurunkan tarif penjualan gas ke PLN yang saat ini besarannya 5,69 dolar AS/MMBTU.
”Asalkan harga gas turun, kemungkinan besar kita bisa menurunkan juga tarif listrik,” kata Wayan, akhir pekan lalu di kantor PLN Batam, di Batam Centre.
Menurut dia, menurunnya harga minyak saat ini tidak banyak memberikan pengaruh terhadap tarif listrik PLN. Karena pemakaian minyak sebagai sumber energi di PLN Batam tak sampai 10 persen. 90 Persen bahan bakar PLN Batam dengan menggunakan gas.
Jika harga gas dunia turun, maka gas dalam negeri juga ikut turun. Saat ini, dengan tingginya kurs dolar AS, PLN harus menanggung beban yang semakin besar karena gas yang harus dibeli menggunakan dolar AS, padahal PLN menjual listriknya dengan rupiah.
”Dulu kita menggunakan asumsi dolar Rp9.000. Sekarang nilai tukar dolar sudah menembus Rp12 ribu. Terjadi selisih yang cukup besar membuat beban PLN semakin tinggi,” ujar Wayan.
PLN, kata Wayan, akan mengikuti keputusan menteri mengenai tarif listrik ini. Gubernur Kepri sudah mengirimkan usulan penurunan harga tersebut kepada Menteri ESDM. Surat tersebut bernomor 0606 tertanggal 25 November lalu. Sampai sekarang surat belum ada jawaban dari menteri.
Anggota DPRD Kepri Ahars Sulaiman menyatakan, agar pembelian gas antara PLN dengan PGN dilakukan dengan rupiah. ”Kunci masalah kenaikan listrik ini karena PGN menjual gas ke PLN terlalu mahal. Kalau harganya lebih murah, maka PLN bisa menurunkan tarif,” kata anggota Komisi II DPRD Kepri itu. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar