| Sabtu, 31 Januari 2009 | 17:07:00 | |
| Batam (BCZ) Terjawab sudah kebingungan para importir selama ini yang belum tahu apakah pengurusan izin masih ke pusat atau di daerah paska di resmikannya Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun (BBK) tanggal 19 Januari 2009 lalu. Dwi Djoko Wiwoho SE, Kabag Humas Otorita Batam (OB) menyatakan ada dua jenis perizinan untuk importir. Bagi importir produk tertentu misalnya mobil, mereka masih memerlukan izin dari pusat sesuai keputusan menteri keuangan nomor 5 tentang kewajiban pengurusan Importir Pemasok Produk Tertentu (IPPT). Baca selengkapnya... |
Sabtu, 31 Januari 2009
Batam Zyber Zone
Jumat, 30 Januari 2009
Batam Pos
| Jumat, 30 Januari 2009 | |
| Untuk Bus Bandara BATAM (BP) - Kepala Bandara Razali Abu Bakar menegaskan, pihaknya menyerahkan hak penentuan lokasi halte bus bandara kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Tugas pokok pengelola Bandara, kata Razali, menjamin keselamatan sisi udara dan darat. ”Transportasi darat, dikelola, diatur, diurus, di-manage oleh Dinas Perhubungan. Pengelola bandara hanya siapkan tempat,” kata Razali menjawab permintaan klarifikasi Ketua Komisi III Robert Siahaan, pada rapat dengar pendapat (RDP) soal bus bandara, kemarin. Baca selengkapnya... |
Sijori Mandiri
| Jumat, 30 Januari 2009 | |
TANJUNGPINANG- Kepala Dinas Pendapatan (Dipenda) Provinsi Kepulauan Riau Amhar Ismail optimis pendapatan daerah tahun 2009 akan mampu mencapai angka rupiah yang sudah ditargetkan sebesar Rp1,333 triliun. Hal yang membuat Amhar optimis, salah satunya adalah dengan efektifnya kebijakan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Baca selengkapnya... |
Kamis, 29 Januari 2009
Batam Pos
| Kamis, 29 Januari 2009 | |
| Kantor Wilayah (Kanwil) IV DBJC Tipe Khusus Kepri akan membentuk tim khusus yang nantinya bertugas mengawasi keluar masuk arus barang yang diimpor untuk kebutuhan kawasan Free Trade Zone (FTZ). Hal ini dilakukan karena pemberlakukan FTZ yang diberikan oleh pemerintah pusat terhadap Kabupaten Karimun hanya sebagian saja.
|
Tribun Batam
| Makanan Minuman Bebas Masuk FTZ | | | |
| Kamis, 29 Januari 2009 | |
Ismeth Terbitkan SK No 4/2009
Lima produk tersebut sebelumnya dilarang oleh Menteri Pedagangan melalui surat keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 56/M-DAG/PER/10/2008 tentang ketentuan impor. Namun Ketua Dewan Kawasan (DK) FTZ Ismeth Abdullah telah mengeluarkan SK No 4 Tahun 2009 yang membolehkan impor kelima produk itu ke dalam kawasan FTZ. |
Sijori Mandiri
| Kamis, 29 Januari 2009 | |
BATAM CENTRE- Sejumlah warga mengeluhkan sistem pengamanan di pintu masuk Badan Otorita Batama (BOB). Pasalnya dua pintu yang berada di Gedung Marketing itu hanya bisa dibuka dengan menggunakan card khusus dari OB. Sistem pengamanan seperti ini dianggap terlalu berlebihan. Baca selengkapnya... |
Rabu, 28 Januari 2009
Batam Pos
Rabu, 28 Januari 2009
BATAM (BP) - Tidak ada persiapan khusus terkait pelabuhan dalam memasuki era perdagangan dan pelabuhan bebas atau Free Trade Zone (FTZ). Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, menyebutkan, pelabuhan khusus FTZ, adalah pelabuhan yang sama dengan yang digunakan saat ini. Untuk pelabuhan orang misalnya, masih menggunakan Pelabuhan Feri International Batam Centre, Pelabuhan Sekupang, dan Nongsa. Sedangkan pelabuhan barang, digunakan Pelabuhan Batuampar, Kabil, dan Sekupang.
Selasa, 27 Januari 2009
Batam Pos
| Selasa, 27 Januari 2009 | |
| Humas Otorita Batam (OB) Dendi Gustinandar mengatakan OB sudah membicarakan masalah perbaikan jembatan Tiban Kampung tersebut dengan pihak yang akan bertanggungjawab nantinya. ”Intinya, kita sudah konfirmasi mengenai perbaikan jembatan tersebut, dengan segera akan dilakukan perbaikan,” katanya.
|
Minggu, 25 Januari 2009
Batam Pos
| Minggu, 25 Januari 2009 | |
| Limbah Industri Jadi Bahan Pembuat Semen Pada 19-22 Januari lalu, Bapedal Kota Batam bersama Otorita Batam melakukan kunjungan ke sejumlah pusat pengolahan limbah di Bogor dan Serpong. Empat wartawan cetak termasuk Batam Pos ikut dalam rombongan. Berikut catatannya. |
Sabtu, 24 Januari 2009
Batam Pos
| Sabtu, 24 Januari 2009 | |
| Berharap Buruh Ikut Sejahtera Tujuan Free Trade Zone (FTZ) tak lain untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya ke Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Dengan investasi masuk, akan menyerap tenaga kerja dan mengubur kemiskinan. Efeknya, kehidupan masyarakat akan sejahtera. Akankan pekerja yang digaji jauh dari kebutuhan hidup layak (KHL) sejahtera dengan menyandang status FTZ?
|
Tribun Batam
Sabtu, 24 Januari 2009
Hearing Komisi I Berlangsung Alot
BATAM, TRIBUN- Polemik dalam tubuh Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB) berlanjut ke DPRD Batam. Dalam hearing berlangsung alot dengan Komisi I Jumat (23/1), pembahasan meluas Kasus ke penyahlanggunaan SK Ketua OB Batam Nomor 109/KTPS/KA/XII/2007 dan SK Nomor 79/KPTS/KA/III/2008.
Sejumlah LSM menyebut kedua SK tersebut telah disalahgunakan oknum-oknum tertentu untuk menguntungkan diri. Pasalnya, SK 109 yang seharusnya dipungut untuk pemeliharaan fasilitas Bandar Udara Hang Nadim disinyalir masuk dalam kantong oknum-oknum tertentu.
Jumat, 23 Januari 2009
Batam Pos
| Jumat, 23 Januari 2009 | |
| Walaupun launching Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun, (BBK) dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 19 Januari 2009 di Batam, dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 63 tahun 2003 secara resmi dinyatakan dicabut, namun FTZ masih mengambang. Penerapannya masih banyak menunggu intruksi dari pusat berupa peraturan menteri. Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Jumat, 23 Januari 2009 | |
| BATAM (BP) - Pengajar dan ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 15 Nongsa di tahun ajaran (TA) 2009 ini masih tetap menumpang belajar di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 8 di Kecamatan Nongsa. Wakil Ketua Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Batam Supandi Arim, Kamis (22/1) menyebutkan, saat ini pembangunan gedung sekolah tingkat SMA atau SMK sederajat bukan lagi wewenang Pemda tingkat II, tapi telah menjadi wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov). Baca selengkapnya... |
Kamis, 22 Januari 2009
Antara News
Oleh karena itu, impor mobil dan produk elektronik bekas, harus tetap dilarang, sedang impor dalam kondisi baru pun harus diatur dengan sistem kuota, kata Gosse di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, sambil menunggu kelengkapan peraturan teknis, pengusaha, pemerintah dan semua pemangku kepentingan hendaknya bersama-sama membangun komitmen agar pelaksanaan FTZ berjalan dengan benar.
Dengan peraturan yang jelas dan komitmen dari Presiden untuk menindak individu aparat birokrasi yang masih bermain untuk kepentingan sendiri, ia menyatakan, perlu direalisasikan dengan penalti (penghukuman) misalnya bagi yang tetap saja melakukan pungutan liar.
Kepada warga masyarakat yang mempersepsikan akan kembali ke era berlimpah barang-barang bekas eks impor dari Singapura, ia menegaskan sesuai dengan FTZ, hanya barang-barang baru yang dibebaskan dari pajak.
Barang bekas, katanya, seperti murah, padahal lebih mahal sebab usia pakainya berbeda dengan yang baru.
Jadi, yang dapat dinikmati warga masyarakat di era FTZ adalah mendapatkan barang-barang baru dengan harga lebih murah sebab dibebaskan dari pajak impor dan bea masuk.
"Paradigma sekarang adalah barang baru yang diimpor resmi dengan sistem kuota dan harga jualnya murah. FTZ bukan untuk menjadikan BBK tempat sampah (barang bekas) Singapura," katanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Batam, Senin (19/1) meresmikan FTZ di BBK, dan mencabut Peraturan Pemerintah (PP) 63/2003 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak atas Barang Mewah bagi impor mobil, produk elektronik, minuman beralkohol dan hasil tembakau di Kawasan Berikat Batam.
Yudhoyono menggantinya dengan PP 02/2009 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan dan Cukai, serta Pengawasan atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari serta Berada di Kawasan yang Telah Ditunjuk sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB).
Meski demikian, menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, pelaksanaan FTZ masih menunggu peraturan menteri keuangan tentang petunjuk pelaksanaan di lapangan untuk petugas bea cukai dan pajak,.
Ketentuan lain yang masih dinantikan adalah penetapan Badan Pengusahaan Kawasan di BBK mengenai jenis barang yang diperbolehkan dan dibatasi masuk ke wilayah FTZ BBK.
Sijori Mandiri
| Kamis, 22 Januari 2009 | |
| KARIMUN - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karimun saat ini mulai menginventarisir lahan atau wilayah yang diperuntukkan bagi pemberlakuan dan pelaksanaan Frade Trade Zone (FTZ) di Karimun. Pelaksanaan inventarisir ini berlangsung selama dua bulan, dan akan dilaporkan pada Gubernur Kepri. Baca selengkapnya... |
Tribun Batam
| Polda Lihat Ada Upaya Suap Kamis, 22 Januari 2009 | | | |
Bidik Pimpinan Bandara dan OBBagi-bagi Insentif kepada LSMBATAM, TRIBUN - Polda Kepri terus membidik adanya dugaan grativikasi atau penyuapan yang dilakukan pejabat Bandara dan Otorita Batam ke sejumlah pihak yang menyebut dirinya sebagai tim sukses untuk menaikan airport tax Bandara Hang Nadim dari Rp 13 ribu menjadi Rp 30 ribu, Maret 2007 lalu. Walau M Thamrin diinformasikan telah mencabut laporan penggelapan dengan terlapor Asron Lubis, tidak membuat penyidik Direktorat Reskrim Polda Kepri menghentikan pemeriksaan sejumlah saksi atas kasus ini.
|
Rabu, 21 Januari 2009
Sijori Mandiri
| Rabu, 21 Januari 2009 | |
TANJUNGPINANG- Anggota DPD RI Aida Zulaikha Ismeth Abdulah menilai bahwa dengan dilaunchingnya pemberlakuan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK) oleh Presiden Soesilo bambang Yudhoyono, Senin (19/1) kemarin telah memberikan harapan besar di tengah terpuruknya perekonomian bangsa saat ini. Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Rabu, 21 Januari 2009 | |
| Thamrin Cabut Perkara Seperti sudah diperkirakan, gembar-gembor yang diungkapkan Thamrin, mantan Bendahara Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB) guna mengungkap kasus bagi-bagi duit airport tax Bandara Hang Nadim akan berakhir begitu saja. Diam-diam, Thamrin sudah mencabut laporan terhadap Sekretaris YLKB, Asron Lubis dalam kasus penggelapan uang yang katanya honorarium konsultasi dan pengawasan layanan Bandara Hang Nadim, Jumat (16/1) lalu. Baca selengkapnya... |
Tribun Batam
| Pengusaha Batam Masih Bingung | | | |
| Rabu, 21 Januari 2009 | |
Pertanyakan Kapan FTZ EfektifKadin Minta tak Ada Kevakuman
|
Selasa, 20 Januari 2009
Tribun Batam
| Selasa, 20 Januari 2009 | |
|
SETELAH bertahun-tahun menunggu, akhirnya pelaksanaan dimulainya Free Trade Zone (FTZ) Batam, |
Tribun Batam
Selasa, 20 Januari 2009
Presiden SBY Cabut PP 63/2003
BC: Semua Gratis Masuk BBK

Baca selengkapnya...


Sijori Mandiri
| Selasa, 20 Januari 2009 | |
BATAM - Kawasan free trade zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK) resmi di-launching oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Senin (19/1). Selain itu, presiden juga meresmikan 17 proyek di Kepri senilai 684 Juta Dolar US plus Rp1,5 triliun di Kawasan mega wisata Ocarina, Batam Centre. Baca selengkapnya... |
Sijori Mandiri
| Selasa, 20 Januari 2009 | |
| BATAM-Meski senang, kalangan pengusaha belum sepenuhnya puas dengan telah diresmikannya Batam, Bintan dan Karimun (BBK) sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ). Pasalnya, FTZ BBK tidak bisa serta-merta diimplementasikan di lapangan karena masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Baca selengkapnya... |
Sijori Mandiri
| Selasa, 20 Januari 2009 | |
| TANJUNGPINANG- Kepala Bidang Hubungan Industril Dinas Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Kota Tanjungpinang, Agus Guntur menghimbau kepada pengusaha dan pekerja untuk menciptakan iklim kondusif seiring dilaunchingnya kawasan Free Trade Zone (FTZ) Provinsi Kepri kemarin. Baca selengkapnya... |
Senin, 19 Januari 2009
Sijori Mandiri
| Senin, 19 Januari 2009 | |
| BATAM-Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang dijadwalkan melaunching kawasan perdagangan bebas/Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK), Senin (19/12) siang ini di kawasan Coastarina, Batam setidaknya juga akan memboyong delapan menteri, Kapolri dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Baca selengkapnya... |
Batam Today
Senin, 19-01-2009 19:01:55
Baca selengkapnya...
Batam Pos
| Senin, 19 Januari 2009 | |
| BINTAN (BP)— Anggota DPRD Kepri Yudi Carsana menilai pemerintah pusat bersikap setengah hati menerapkan Free Trade Zone (FTZ) di Kepri. Bukti dari sikap setengah hati tadi, yaitu tidak dianggarkannya dana untuk mendukung FTZ di APBN, melainkan dibebankan ke APBD di Kepri.” Kalau mengharap APBD, pemerintah di Kepri saja sekarang tengah membangun pusat ibukota, seharusnya pemerintah pusat memberikan dukungan dana,” ujar Yudi, Ahad (18/1). Baca selengkapnya... |
Batam Zyber Zone
Senin, 19 Januari 2009
Baca selengkapnya...
Batam Today
Senin, 19-01-2009 09:33:12
Baca selengkapnya...
Antara News
"Saya akan beri tindakan terhadap penghalang atau oknum-oknum yang mengganggu pelaksanaan FTZ," kata Presiden ketika meresmikan pelaksanaan FTZ di Batam, Senin.
Pernyataan Presiden tersebut disambut senyuman dan tepuk tangan oleh pengusaha yang menghadiri peresmian FTZ tersebut, terutama saat Presiden menyatakan akan "membersihkan" oknum-oknum yang melakukan korupsi dan melakukan pungutan liar terhadap pengusaha. "Kalau izin bisa dipermudah, jangan dipersulit," katanya.
Presiden mengajak seluruh perangkat pelaksana FTZ perang terhadap praktek korupsi dan pungutan liar, karena akan menghambat pelaksanaan FTZ.
"Saya tidak main-main. Saya serius, sangat serius karena praktek korupsi membahayakan negara," katanya.
Presiden mengingatkan Dewan Kawasan dan Badan Pengusahaan Kawasan FTZ memberi pelayanan prima kepada pengusaha lokal maupun asing berdasarkan ketentuan yang berlaku.
"Kalau ada oknum-oknum yang memperlambat birokrasi perijinan usaha, silahkan laporkan kepada pihak yang bertangungjawab atau laporkan langsung kepada saya. Pasti saya tindak," tuturnya.
Presiden juga mempersilahkan media massa untuk mengangkat kasus pungutan liar dan korupsi sepanjang itu tidak melahirkan fitnah. "Silahkan angkat beritanya sepanjang itu tidak fitnah," ujarnya.
Presiden mengucapkan apresiasi kepada pengusaha lokal dan asing yang berkarya di Batam, Bintan dan Karimun.
"Investasi itu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kepri dan secara nasional," katanya.
Batam Today
Senin, 19-01-2009 09:41:10
BATAM- Gubernur Kepri Ismeth Abdullah memperkirakan pelaksanaan FTZ di Batam, Bintan dan Karimun diperkirakan akan mampu mendongkrak investasi di Provinsi Kepri. Di tahun 2009 Ismeth memprediksikan investasi di Kepri akan mampu meraih pendapatan mencapai 11,3 juta dolar US.
Baca selengkapnya...
Sabtu, 17 Januari 2009
Tribun Batam
| Soal Aturan Saya tak Tahu | | | |
| Sabtu, 17 Januari 2009 | |
Tipikor Mulai Periksa Agen KapalDugaan Penyalahgunaan SK OBBATAM, TRIBUN - Seorang staf agen pelayaran yang mengoperasikan kapalnya di Terminal Feri Batam Centre, Jumat siang (16/1) terlihat tegang ketika dimintai keterangan oleh penyidik dari Sat III Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Kepri. Pertanyaan penyidik seputar fakta dan data mengenai aturan penarikan penarikan sea port tax yang digabung dengan asuransi Jasindo. |
Jumat, 16 Januari 2009
Batam Pos
| Jumat, 16 Januari 2009 | |
| Dahlan: OB Segeralah Alihkan Aset! Wali Kota Batam Ahmad Dahlan meminta agar proses pengalihan aset-aset Otorita Batam (OB) kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam secepatnya dilakukan. Hal ini terkait dengan penerapan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/ FTZ) dan kelancaran roda pemerintahan daerah. Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Jumat, 16 Januari 2009 | |
| BATAM (BP) - Kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Batam, 19 Januari mendatang, membawa beberapa agenda penting. Di antaranya launching penerapan free trade zone (FTZ) di Batam Bintan dan Karimun (BBK), serta meresmikan 17 proyek baru. Baca selengkapnya...
|
Sijori Mandiri
| Jumat, 16 Januari 2009 | |
NONGSA - Dalam waktu dekat, Polda Kepri akan memeriksa Biro Keuangan Otorita Batam/OB (Badan Penguasa Kawasan Batam) terkait kasus aliran dana pajak bandara (airport tax). Upaya tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih jelas, dasar pemberian dana tersebut kepada pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB), yang berbuntut pada gugatan pemalsuan dan penggelapan. |
Rabu, 14 Januari 2009
Batam Pos
| Rabu, 14 Januari 2009 | |
| TANJUNGUBAN (BP) - Rencana peresmian FTZ Batam, Bintan dan Karimun (BBK) oleh Presiden SBY 19 Januari mendapatkan sambutan hangat berbagai kalangan. Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bintan Jamin Hidajat menyampaikan, bila FTZ disahkan, belasan investor siap menanamkan modal di Bintan. Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Rabu, 14 Januari 2009 | |
| Pascamencuatnya kasus dugaan bagi-bagi duit kompensasi atas dukungan sejumlah pihak terhadap kenaikan tarif jasa layanan bandara (passanger services harge/PSC/airport tax) sebesar 130 persen, 2007 silam, Otorita Batam semakin tertutup. Baca selengkapnya... |
Selasa, 13 Januari 2009
Tribun Batam
| Presiden Segera Launching FTZ | | | |
| Selasa, 13 Januari 2009 | |
Resmikan 19 Proyek Investasi di BBKSerap 12.126 Tenaga Kerja
|
Batam Pos
| Selasa, 13 Januari 2009 | |
| Gubkepri: Rencananya 19 Januari Menyusul kepastian penerapan wilayah perdagangan bebas (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), banyak calon Penanaman Modal Asing (PMA) dan pengusaha lokal yang memastikan untuk berinvestasi. Selama ini, mereka hanya bisa wait and see karena upaya pencabutan PP 63 tak kunjung terealisasi. Saat ini, sikap tersebut berubah 100 persen. Ketua Dewan Kawasan (DK) FTZ yang juga Gubkepri Ismeth Abdullah membenarkan hal ini. Katanya tak ada alasan lagi FTZ BBK berlama-lama diterapkan. Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Selasa, 13 Januari 2009 | |
| Tetap Tutupi Lima Nama Penerima Lainnya Otorita Batam menghentikan aliran dana bulanan sebesar Rp15 juta yang diakui sebagai bantuan honor untuk 10 anggota Tim Konsultasi dan Pengawasan Layanan Bandara Hang Nadim. Penghentian tersebut, diduga dipicu banyaknya sorotan masyarakat pascamencuatnya kasus bagi-bagi duit yang disinyalir sebagai kompensasi atas dukungan sejumlah pihak terhadap kenaikan tarif jasa layanan bandara (passanger services charge/PSC/airport tax) sebesar 130 persen, 2007 silam. |
Sijori Mandiri
| Selasa, 13 Januari 2009 | |
| TANJUNGPINANG-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan meresmikan (launching) pelaksanaan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK), Senin (19/1) mendatang. Gubernur Kepri sekaligus Ketua Dewan Kawasan FTZ BBK Ismeth Abdullah mengatakan peresmian akan dilakukan di Pantai Coastarina, Kota Batam. "Kalau nggak ada halangan Bapak Presiden akan datang untuk launching. Bersamaan dengan itu akan ada peresmian proyek-proyek baru serta beberapa proyek lama yang mau ekspansi lagi. Disamping juga akan ada peresmian dua unit kapal oleh Presiden," kata Ismeth Abdullah kepada wartawan di Tanjungpinang, Senin (12/1). Baca selengkapnya... |
Senin, 12 Januari 2009
Sijori Mandiri
| Senin, 12 Januari 2009 | |
Nagoya - Polda Kepri dan DPRD Kota Batam harus memanggil Ketua Otorita Batam/OB (Badan Penguasa Kawasan Batam) Mustofa Widjaya dalam kasus aliran dana pajak Bandar Udara (airport tax). Jika tidak bisa selesai di Kepri, maka kasusnya akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Senin, 12 Januari 2009 | |
| BATAM (BP) - Pembentukan Tim Konsultasi dan Pengawasan Layanan Bandara Hang Nadim yang digaji Rp1,5 juta per bulan, dinilai mubazir. Selain karena fungsi dan hasil kerjanya tak jelas, pembentukan tim itu juga terkesan dipaksakan. Baca selengkapnya...
|
Sijori Mandiri
Senin, 12 Januari 2009
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla Kamis (8/1) lalu menjanjikan, Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun (BBK) akan segera diterapkan selambat-lamatnya dua minggu kedepan. Dua minggu yang dijanjikan adalah batas waktu untuk Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono menandatangani draft Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tentang pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke kawasan FTZ, atau dari FTZ ke FTZ.
Baca selengkapnya...
Sabtu, 10 Januari 2009
Tribun Batam
| Harapan Setelah PP 63 Dicabut | | | |
| Sabtu, 10 Januari 2009 | |
|
Batam Pos
| Sabtu, 10 Januari 2009 | |
KETUA Otorita Batam Mustofa Widjaja, membenarkan adanya SK pemberian bantuan honor tim konsultasi dan pengawasan layanan Hang Nadim, masing-masing Rp1,5 juta, potong pajak. Honor tersebut diberikan kepada 10 orang, termasuk tiga pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB). Menurutnya, SK tersebut memiliki dasar hukum kuat. ”Tentu saya menimbang ini dan itu. Yang pasti dasar hukumnya hingga SK itu dikeluarkan cukup banyak. Saya tak hafal,” kata Mustofa yang mengaku sedang berada di Jakarta, saat dihubungi per telepon, kemarin. Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Sabtu, 10 Januari 2009 | |
| TERNYATA bidang tugas tim dalam pengawasan dan advokasi terhadap pelayanan konsumen di Bandara Hang Nadim, tidak mempunyai aturan yang jelas. Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB), Asron Lubis mengaku, selama ini mereka tidak pernah membuat laporan tertulis atas pengawasan yang mereka lakukan terhadap pelayanan Bandara Hang Na-dim. Menurutnya, selama ini YLKB hanya memberikan laporan lisan saja, jika ditemukan ada permasalahan pelayanan di bandara internasional tersebut. Baca selengkapnya... |
Jumat, 09 Januari 2009
Sijori Mandiri
| Jumat, 09 Januari 2009 | |
Baca selengkapnya... |
Sijori Mandiri
| Jumat, 09 Januari 2009 | |
| Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjamin pelaksanaan Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun (FTZ BBK) akan jalan terus dan tidak akan dihentikan. Beragam kendala yang mengganjal akan segera dibereskan sehingga FTZ BBK bisa efektif berlaku paling lambat dua pekan lagi. Baca selengkapnya... |
Sijori Mandiri
| Jumat, 09 Januari 2009 | |
BATAM CENTRE - Pihak Otorita Batam (OB) tidak menampik adanya pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB) mendapat aliran dana dari pajak Bandar Udara (airport tax). Namun, dana dimaksud bukan sogokan, melainkan sebagai honor rutin. |
Sijori Mandiri
| Jumat, 09 Januari 2009 | |
BATAM CENTRE- Berlarutnya persoalan bus bandara tak akan selesai jika pihak terkait masih terus melempar kesalahan. Untuk itu, perlu komunikasi yang instens tanpa harus memojokkan salah satu pihak agar pengoperasian bus bandara tidak lagi terkesan setengah hati. Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Jumat, 09 Januari 2009 | |
| Menkeu Ditugasi Beri Nomor TANJUNGPINANG (BP) - Penantian panjang menunggu penerapan FTZ di wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK) akhirnya membuahkan hasil. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan bahwa pemerintah telah menetapkan pengganti Peraturan Pemerintah (PP) 63 Tahun 2003 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) di Batam.
|
Batam Pos
| Jumat, 09 Januari 2009 | |
| Polda Periksa Thamrin Kasus dugaan bagi-bagi duit pascakenaikan tarif layanan jasa penumpang (passanger service charge/PSC/airport tax) Bandara Hang Nadim memasuki babak baru. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB) Fachry Agusta mengungkapkan, ada dua pejabat Bandara Hang Nadim, ikut menerima uang sebagai kompensasi atas dukungan mereka terhadap kenaikan airport tax di bandara internasional tersebut. |
Kamis, 08 Januari 2009
Tribun Batam
| Itu Honor Pengawasan di Bandara Hang Nadim | | | |
| Kamis, 08 Januari 2009 | |
YLKB Ditunjuk Resmi oleh OBBATAM, TRIBUN - Laporan penggelapan yang dibuat M Thamrin ke Polda Kepri atas nama Asron Lubis disesalkan seluruh pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB). Pengurus beranggapan dana tersebut diambil bukan peruntukan pribadi melainkan untuk kelangsungan operasional YLKB. |
Sijori Mandiri
| Kamis, 08 Januari 2009 | |
TANJUNGPINANG-Setelah kalangan pengusaha dan pemerintah daerah mengeluarkan pernyataan pedas terhadap pemerintah pusat atas molornya perealisasian FTZ BBK, kemarin giliran anggota DPR RI dari Dapil Kepri, Harry Azhar Azis yang mengeluarkan pernyataan tegas. Bahkan ia meminta agar Presiden mengganti Menkeu Sri Mulyani karena dinilai kurang serius mensukseskan FTZ BBK. Baca selengkapnya... |
Batam Today
Soal Dana "Konsultasi" OB, Thamrin Beri Keterangan di Mapolda Kepri
Kamis, 08-01-2009 19:00:49
Baca selengkapnya...
Batam Pos
Kamis, 08 Januari 2009
OB Tutupi Penerima Dana Konsultasi
Dugaan bagi-bagi duit pascakenaikan tarif layanan jasa penumpang (passanger service charge/PSC/airport tax) Bandara Hang Nadim sebesar 130 persen, 2007 silam, terasa makin kuat. Dengan dalih meningkatkan mutu pelayanan, Otorita Batam mengalokasikan dana sebesar Rp180 juta untuk 10 orang yang tak jelas betul fungsi dan tugasnya.
Baca selengkapnya...
Rabu, 07 Januari 2009
Batam Pos
Rabu, 07 Januari 2009
Batam Pos
Rabu, 07 Januari 2009
Pemerintah Akan Perkuat KEK
Pemerintah berencana mencabut UU Nomor 36 Tahun 2000, payung hukum tentang Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas (free trade zone/FZT). Namun demikian, daerah yang sudah terlanjur ditetapkan FTZ statusnya akan tetap dipertahankan hingga masa FTZ berakhir.
Tribun Batam
| Tak Wajib Beli Asuransi di Pelabuhan | | | |
| Rabu, 07 Januari 2009 | |
BATAM, TRIBUN- Asuransi sebesar 1 dolar Singapura yang selama ini yang dikenakan kepada penumpang setiap membayar seaport tax, menurut Sekretaris Komisi III DPRD Batam Onward Siahaan bukan suatu keharusan. Sebab, tidak ada aturan hukum yang mengatur tentang itu. |
Selasa, 06 Januari 2009
Batam Zyber Zone
| Selasa, 6 Januari 2009 | 08:22:35 | |
| Batam (BCZ) Pengungsian Camp Vietnam merupakan salah satu objek wisata yang masuk dalam Visit Batam 2010 yang terletak di Galang itu mulai dibenahi. Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Selasa, 06 Januari 2009 | |
| JAKARTA (BP) - Tingkat inflasi di Batam ternyata relatif terkendali meskipun krisis perekonomian masih menggejala. Bahkan pada Desember lalu, Batam mengalami deflasi atau periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Meski bukan deflasi yang tertinggi dibanding kota-kota di seluruh Indonesia, namun angka deflasi di Batam adalah yang tertinggi diantara kota-kota di Sumatera. Baca selengkapnya... |
Batam Pos
| Selasa, 06 Januari 2009 | |
| Kadin Soal Status FTZ Secara de jure Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sudah Free Trade Zone (FTZ). Namun, sampai saat ini belum jelas pelaksanaan FTZ tersebut, terlebih lagi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 63 tahun 2003 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) Batam belum dicabut. Akibatnya, sampai kini status FTZ Batam belum jelas-jelas juga. |
Tribun Batam
| Siswa Gratis Naik Pompong | | | |
| Selasa, 06 Januari 2009 | |
Pemko Batam Tanggung Biaya Anak PulauDahlan Serahkan Bantuan ke Korban Puting Beliung
|
Tribun Batam
| Kami Selidiki Asuransi Penumpang | | | |
| Selasa, 06 Januari 2009 | |
Polda Kepri Cium Indikasi tak BeresBATAM,TRIBUN-Diam-diam, Polda Kepri mulai menyelidiki penerapan asuransi kepada penumpang kapal internasional. Satuan III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Kepri mencium indikasi permainan dalam masalah ini. |
Batam Pos
| Selasa, 06 Januari 2009 | |
| BATAM (BP) - Hingga kemarin, banyak bantuan yang mengalir bagi warga yang terkena musibah puting beliung di RT 01-02 RW II, Tangjungkertang, Galang. Wali Kota Batam Ahmad Dahlan pun turut memberikan bantuan berupa uang dan beberapa material bangunan, seperti seng dan kayu. Baca selengkapnya... |
Antara News
"Bea dan Cukai berkeras memandang FTZ itu semacam penyeludupan yang dilegalkan. Itu sama saja menghina undang-undang," kata Harry yang juga Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR.
Dia menyatakan, FTZ diatur berdasarkan UU nomor 44/2007. Itu merupakan kebijakan ekonomi pemerintah yang dilindungi undang-undang sehingga semua pihak, termasuk aparat Bea dan Cukai wajib melaksanakannya.
"Jangan gara-gara kelemahan aparat itu (Bea dan cukai) sehingga peraturan tidak dilaksanakan," ujarnya.
Kebijakan ekonomi berupa FTZ telah dilaksanakan di Amerika, hasilnya menguntungkan negara dan masyarakat.
"Teori FTZ itu melekat dengan kebijakan menurunkan tarif untuk menumbuhkan transaksi ekonomi sehingga menghasilkan pendapatan bagi negara. Roda perputaran ekonomi bergerak cepat," ujarnya.
Harry menyatakan, kemungkinan terjadi benturan hukum antara aparat yang melaksanakan FTZ dengan pihak Bea dan Cukai.
Benturan hukum itu terjadi apabila aparat Bea dan Cukai menangkap barang bebas pajak yang keluar dari wilayah khusus ekonomi Batam, Bintan dan Karimun.
"Barang yang dikirim dari Batam menuju Bintan saja ditangkap. Termasuk dari Bintan menuju Tanjungpinang, yang bukan wilayah FTZ juga akan ditangkap," katanya.
Harry merasa aneh dengan kinerja aparat Bea dan Cukai jika tetap memandang FTZ sebagai penyeludupan yang dilegalkan, karena barang-barang yang keluar/masuk dari Singapura menuju Bintan dan Batam tidak ditangkap.
"Itu unik dan perlu diselidiki," katanya.
Harry mengatakan, hingga sekarang FTZ belum dapat dilaksanakan karena Peraturan Pemerintah (PP) nomor 63/2003 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah di Kawasan Berikat Batam.
"FTZ sudah memasuki wilayah eksekutif karena undang-undangnya sudah disahkan," katanya.
Batam Pos
| Selasa, 06 Januari 2009 | |
| Visit Batam 2010 BATAM (BP) - Tahun 2009, menjadi tahun persiapan terakhir bagi Pemerintah Kota Batam dalam menghadapi Visit Batam 2010 mendatang. Salah satu tujuan wisata pertama yang akan diperkenalkan ke dunia internasional, yakni Kamp Sinam, eks pengungsi Vietnam di Pulau Galang. ”Tahun ini kita mulai menjual daerah ini sebagai tempat wisata bersejarah ini ke dunia internasional,” ujar Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Information Center Perawatan Sinam, Pulau Galang, Senin (5/1) kemarin. |
Senin, 05 Januari 2009
Sijori Mandiri
Senin, 05 Januari 2009
Baca selengkapnya...
Sijori Mandiri
Senin, 05 Januari 2009
Lagoi dan Lobam Stagnan BINTAN-Kegiatan investasi industri kepariwisataan di Lagoi dan manufaktur di kawasan industri Lobam, Kabupaten Bintan mengalami stagnan akibat terkena dampak krisis global. Kondisi itu diperburuk lagi dengan habisnya masa berlaku Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 60/2005. Guna mengantisipasi kondisi investasi yang lebih parah, maka Dewan Kawasan (DK) Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK) diminta untuk segera mendesak pemerintah pusat melaunching FTZ BBK.
Baca selengkapnya...
Batam Pos
| Senin, 05 Januari 2009 | |
| Muatan Dibawa ke Kawasan FTZ
|
Batam Pos
| Senin, 05 Januari 2009 | |
| Tak Ingin Dibilang Jual Kecap soal FTZ Ketua Dewan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (DK FTZ), Ismeth Abdullah mengaku bosan dengan janji-janji Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terkait realisasi penerapan FTZ di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Ia menuding kesibukan Menkeu sebagai faktor utama lambatnya penerapan kawasan perdagangan bebas di BBK. |
Tribun Batam
Senin, 05 Januari 2009
Kupon Seaport Tax
PEMBERLAKUKAN asuransi pribadi bagi penumpang ke Singapura dan Malaysia merupakan asuransi kecelakaan selama di Singapura dan Malaysia. Hanya saja berlaku selama tujuh hari terhitung keluar negeri.
Baca selengkapnya...
Tribun Batam
Senin, 05 Januari 2009
Warga Bingung Prosedur Klaim
BATAM, TRIBUN-Setiap penumpang kapal ke Singapura dikenakan biaya asuransi sebesar Rp 1 dolar Singapura. Namun para penumpang mengaku bingung untuk mengklaim seandainya terjadi kecelakaan.
Asuransi tersebut wajib ditanggung penumpang. Karena pembayarannya berbarengan pembayaran seaport tax sebesar 6 dolar Singapura. Jadi total biaya yang ditanggung penumpang sebesar 7 dolar Singapura.
Baca selengkapnya...
Minggu, 04 Januari 2009
Batam Pos
| Minggu, 04 Januari 2009 | |
|
Tahu tidak, sejak Juli 2008, Batam meluncurkan program Visit Batam 2010, motto yang diusung Experience It… Berhasilkah?
|
Batam Pos
| Minggu, 04 Januari 2009 | |
| BATAM (BP) - Meski sudah dibentuk sejak dua tahun lalu, Pusat Informasi Pariwisata Batam yang diberi nama Batam Information Tourism Center (Batic) di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, tidak berfungsi maksimal. Kantor yang seharusnya menjadi gerbang informasi bagi turis yang datang ke Batam lebih sering tutup daripada buka. Baca Selengkapnya....
|



TANJUNGPINANG, TRIBUN - Kalangan importir yang berada dalam Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), sudah boleh mengimpor produk elektronik, pakaian jadi, mainan anak, alas kaki, dan produk makanan minunan.
BATAM, TRIBUN - Sebagian pengusaha di Batam masih gamang, bahkan bingung, kendati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meresmikan berlakunya free trade zone (FTZ) Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan dinyatakan berlaku sejak Senin, 19 Januari 2009.
TANJUNGPINANG, TRIBUN - Meski industri di Kepri terutama Batam dan Bintan sedang menghadapi PHK besar namun sebanyak 19 investor tetap menyatakan minatnya menanamkan investasi di kawasan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Rencananya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan 19 perusahaan yang akan resmi menjalankan proyeknya di kawasan tersebut. Presiden, Senin (19/1) mendatang.
BATAM, TRIBUN- Anak-anak sekolah antar pulau di wilayah kecamatan Galang tidak perlu lagi membayar biaya transportasi saat pergi ke sekolah. Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, telah memerintahkan Camat Galang dan Lurah se-kecamatan Galang untuk mendata anak-anak yang pergi ke sekolah dengan menggunakan pompong agar biaya transportasi ditanggung pemerintah.
